KALIMANTAN TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian habitat orangutan dan satwa liar lainnya. Kawasan konservasi tersebut menjadi sorotan dalam unggahan @satubarisandotcom.
Laporan detikKalimantan yang dirujuk unggahan menyebut 4.524 hektare kawasan terdampak berdasarkan pemantauan hingga 17 September 2026. Angka itu merupakan data September, bukan pembaruan luas kebakaran per 20 Oktober 2026.
Sulitnya akses ke titik api menjadi hambatan bagi petugas. Kebakaran di lahan gambut juga menuntut penanganan berkelanjutan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan. Kabut asap berpotensi membatasi operasi pemadaman dari udara.
Perlindungan kawasan tidak hanya menyangkut pengendalian api, tetapi juga keberlangsungan ruang hidup satwa. Informasi terbaru mengenai luas terdampak dan kondisi habitat perlu mengikuti pembaruan pengelola taman nasional serta instansi penanganan bencana.
Sumber unggahan Instagram
Buka unggahan asli di Instagram ↗
Diolah oleh Redaksi 1Barisan. Tanggal peristiwa dijelaskan dalam artikel.



